Sifat-sifat Gereja
Gereja Yang Satu
Gereja Yang Kudus
Gereja Yang Katolik
Gereja Yang Apostolik
Gereja Yang Satu
Bacalah ilustrasi kisah yg ada di buku cetakmu hal.26-27, disitu kalian bisa menemukan bahwa Gereja merupakan kumpulan dari berbagai macam bangsa namun tetap dalam satu iman.
Kesatuan Gereja terletak pada kesatuan iman kepada Allah Bapa, Allah Putra & Allah Roh Kudus. Namun kenyataannya?? Umat Kristen terlihat seolah-olah terpecah, ada Gereja Katolik Roma, Gereja Katolik Ortodoks, Gereja Anglikan, Gereja Protestan, dsb.
Meskipun “terpecah-pecah”, namun tiap Gereja mencita-citakan Satu Gereja Kristus yg universal, menyebar ke seluruh dunia. Hal tsb mendorong semua orang Kristen utk mengusahakan persekutuan dengan semua saudara seiman.
Kesatuan hanya pada Yesus, bukan pada kesatuan organisasi.
Gereja Yang Satu
Kesatuan Gereja tidak sama dengan keseragaman. Lebih tepat bila disebut sebagai “Bhinneka Tunggal Ika”
Kesatuan dalam iman kepada Yesus meski diungkapkan dengan cara yg berbeda-beda.
Keanekaragaman tampak dlm tata cara ibadat, pewartaan & penampilan di masyarakat.
Gereja Yang Satu
Ungkapan Kesatuan:
Kesatuan iman para anggotanya
Kesatuan dalam pimpinan, yakni hirarki.
Kesatuan dalam kebaktian & hidup sakramen
Penjelasan:
Kesatuan ini bukan kesatuan yg statis, melainkan kesatuan yg dinamis.
Hirarki (pemimpin) punya tugas utk mempersatukan umat.
Kebaktian & sakramen merupakan ekspresi simbolis Gereja.
Gereja Yang Satu
Meskipun dalam kenyataannya banyak perbedaan & silih pendapat antar jemaat yg dapat mengakibatkan perpecahan serta keretakan akibat perbuatan manusia. Lalu bagaimana mengusahakan persatuan tersebut?
Usaha utk menguatkan persatuan kedalam dengan aktif berpartisipasi dlm hidup menggereja, setia & taat kepada persekutuan umat (termasuk hirarki).
Usaha utk menguatkan persatuan antar Gereja dengan bersifat jujur & terbuka satu sama lain, lebih melihat kesamaan daripada perbedaan, mengadakan berbagai kegiatan sosial & peribadatan bersama (Natal/Paskah)
Memahami bahwa kesatuan Gereja tidak sama dengan uniformitas (keseragaman), kesatuan harus tampak dalam keanekaragaman.
Gereja Yang Kudus
Bahwa Gereja adalah kudus karena Kristus sendiri yang telah menguduskan Gereja-Nya & tinggal dalam Gereja melalui Roh-Nya.
Gereja yang kudus berarti bahwa Roh Kristus tinggal dalam semua anggota Gereja, dan karenanya mereka kudus adanya. Roh tsb dihayati oleh anggota2nya meski mereka tdk sempurna.
Kudus berarti suci, yg dikhususkan bagi Tuhan. Lebih dilihat dlm relasi khusus dengan Allah.
Gereja Yang Kudus
Sumber dari mana Gereja berasal adalah kudus karena Gereja menerima kekudusannya dari Kristus.
Tujuan & arah Gereja adalah kudus, ditujukan utk kemuliaan Allah & penyelamatan umat manusia.
Jiwa Gereja adalah kudus, sebab jiwa Gereja adalah Roh Kudus sendiri.
Unsur2 ilahi yg ada dalam Gereja adalah kudus (ajaran-ajaran & sakramen-sakramen)
Anggota Gereja adalah kudus, karena ditandai Kristus dalam baptis. Umat dipanggil kepada kekudusan.
Gereja Yang Kudus
Bagaimana mengusahakan kekudusan Gereja?
Mengusahakan diri utk hidup menyerupai Kristus.
Memberi kesaksian hidup sebagai putra-putri Allah.
Mengenalkan anggota2 Gereja yg mencapai kekudusan (santo-santa)
Merenungkan & mendalami Kitab Suci sebagai pedoman hidup.
Gereja Yang Katolik
Secara harafiah, katolik berarti umum, universal, menyeluruh, lengkap, terbuka. Gereja berkembang di seluruh dunia & hadir dalam Perayaan Ekaristi pun dalam jemaat setempat. Gereja merupakan satu kesatuan universal, tdk terpisah-pisah.
Terkait dengan ajaran, katolik berarti menyebar ke seluruh dunia & terbuka untuk siapa saja. Dalam perkembangan selanjutnya kata katolik membedakan dengan Gereja Protestan.
Sehubungan dengan kekatolikan Gereja ada dua hal yakni segi kuantitatif (mencakup semua bangsa) dan segi kualitatif (menampung kekayaan budaya bangsa-bangsa).
Gereja Yang Katolik
Singkatnya, bahwa Gereja bersifat katolik berarti universal, terbuka bagi dunia, tidak terbatas pada tempat, bangsa, kebudayaan dan golongan masyarakat tertentu. Kekatolikan Gereja nampak dalam:
Merangkum segenap umat manusia dengan Kristus sebagai kepala.
Rahmat dan keselamatan yang ditawarkannya.
Iman dan ajaran bersifat umum, dapat diterima dan dihayati siapa saja.
Gereja Yang Katolik
Bagaimana cara mewujudkan kekatolikan Gereja?
Bersikap terbuka dan menghormati kebudayaan, adat, bahkan agama bangsa manapun.
Bekerjasama dengan pihak manapun untuk mewujudkan nilai-nilai luhur.
Selalu berusaha memperjuangkan dunia yg baik untuk manusia.
Terlibat penuh dalam hidup bermasyarakat.
Gereja Yang Apostolik
Sifat “apostolik” atau “rasuli” berarti bahwa Gereja berasal dari para rasul dan tetap berpegang teguh pada kesaksian iman mereka.
Semua anggota Gereja mendasarkan diri pada kesamaan iman dan praktik kristiani dalam Gereja sebagaimana diimani Gereja perdana.
Hal tsb tidak berarti bahwa Gereja saat ini hanya copy-paste dari Gereja perdana (zaman para rasul) melainkan seluruh hidup dan pelayanan Gereja dijiwai serta disemangati oleh iman Gereja para rasul.
Maka, Gereja tidaklah bersifat statis/kaku melainkan dinamis. Berkembang dan tumbuh dibawah bimbingan Roh Kudus dengan norma iman para rasul.
Gereja Yang Apostolik
Yang diwariskan oleh para rasul untuk Gereja adalah legitimasi (pengakuan) fungsi dan kuasa hirarki, ajaran-ajaran Gereja serta ibadat dan struktur Gereja.
Contoh konkritnya, misalnya dalam Perayaan Ekaristi Kamis Putih ada upacara pembasuhan kaki. Hal ini terus dilakukan Gereja sebagai bagian dari ibadat Gereja sesuai ajaran para rasul.
Gereja Yang Apostolik
Singkatnya, bahwa Gereja disebut apostolik karena berhubungan dengan para rasul yang diutus oleh Kristus. Sifat keapostolikan Gereja tampak pada kesetiaan pada Injil dan tradisi.
Jadi, usaha kita untuk keapostolikan Gereja adalah:
Setia pada ajaran para rasul dan Injil, karena Injil merupakan iman Gereja para rasul.
Menafsirkan dan mengevaluasi situasi konkrit kita dengan iman Gereja para rasul.
Setia dan loyal kepada hirarki (uskup, imam dan diakon) sebagai pengganti para rasul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar